PROMO KREDIT MOTOR YAMAHA HARI INI
MIO M3 
DP 1,6 JTA CICILAN 700 RBU AN

FINO (unit 2019)
DP 2 JTA AN

NMAX (unit 2019)
DP 3,7 JTA CICILAN 1 JTA AN

VIXION R (unit 2018)
DP 3 JTA AN CICILAN 1 JTA AN

VEGA FORCE (unit 2018)
DP 2 JTA AN CICILAN 600 RBU AN

BURUAN HUBUNGI KMI SEKARANG JUGA
KARENA PROMO TERBATAS

Kontak Sales
TEDI RUSTNDI


Liburan Semester

Libur semester....yesssss
Retno bersorak dalam hati. Ini waktu yg dinanti-nantinya. Dia sudah rindu kampung halamannya, rindu ayah dan ibu serta adik-adiknya. Tiada hari yang dinantinya selain jadwal kepulangannya ini. 

Dari pagi Retno sudah standby di kostnya, menunggu kedatangan sang ayah yang berjanji menjemputnya pagi ini. Kabupaten tempat tinggal Retno tak jauh dari ibukota provinsi tempat dia menempuh pendidikan jurusan kebidannya. Bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam saja. Ayahnya berjanji, bakda subuh berangkat dari rumah menuju kota. Jadi Retno memperkirakan pukul 9 ayah sudah sampai ke kostnya. 
Benar saja, kira-kira pukul 09.30 ayah sampai. Agak terlambat sedikit, karena kata ayah ada macet di perbatasan menuju kota. Karena sudah siang, ayah mengajak Retno untuk bergegas berangkat. Ayah hanya istirahat setengah jam saja dikost.  Retno membawa pakaian lumayan banyak, mengingat liburan semester cukup lama. Ia punya banyak waktu, kurang lebih satu bulan sebelum dia pulang lagi ke kota untuk mengikuti semester berikutnya. Setelah dirasa semua cukup dan tak ada yang ketinggalan merekapun berangkat. Sepanjang perjalanan Retno dan ayahnya bercerita ngalor ngidul, tentang kondisi desanya serta keadaan keluarga besarnya baik dari pihak ayah maupun pihak ibunya., juga tentang pekerjaan ayah dan ibunya. Ayah Retno adalah seorang kepala sekolah didesa sebelah dan ibu Retno adalah guru  SDN  didesanya. Mereka hanya istirahat sebentar dijalan untuk sholat dhuhur dan makan siang. Setelah itu melanjutkan perjalanan lagi.

Pukul 3 sore, mereka sudah sampai di rumah. Rumah Retno terletak didesa yang berada disalah satu kecamatan di kabupatennya. Desanya sangat asri, masih banyak pepohonan khas pedesaan, serta masih banyak terdapat pohon-pohon besar nan rindang disepanjang jalan desa. 
Ketika sampai rumah, ibu Retno telah menantinya dengan segenap kerinduan
 Mereka berpelukan demikian juga dengan kedua adiknya yang masih duduk di bangku SMA dan SMP. Kedua adik Retno suanya laki-laki. Sehingga kepulangan Retno memang sangat dinanti-nantikan ibunya. Kerinduan seorang ibu terhadap putri satu-satunya.
 
 "Nduk, sana buruan bersihkan badanmu. Udah tu siap-siap sholat Asyar sekalian. Tuh, dimasjid sudah kedengaran mengaji, sebentar lagi adzan. Ibu udah siapin makanan kesukaanmu nduk, sop telur puyuh dengan goreng tempe mendoan," kata ibu Retno.
 
"Iya bu, Retno ga sabar lagi pengen maem masakan ibu," jawab Retno sambil merangkul ibunya dari belakang.

"Sana gih, masam nduk bau badanmu, hehehe," tambah ibunya

"Siap mom," sahut Retno lagi. 

Retno pun bergegas ke kamar, membongkar kopernya, dan mengeluarkan pakaiannya serta diletakkannya diatas dipan. 

"Nanti aja masukin lemari, yg penting mandi dulu," gumam Retno dalam hati. 
Diambilnya handuk, disampirkannya kepundak sambil ia melenggang ke kamar mandi.  Sebelum belok ke kamar mandi, Retno menyempatkan diri membuka pintu belakang yang terhubung langsung dengan halaman belakang rumah mereka. Halaman belakang rumah cukup luas, dan di perbatasan pekarangan dengan rawa belakang terdapat rumpun bambu yg cukup rindang dan lebat pohonnya. Masa kecilnya dulu dia sering bermain di belakang dengan teman-temannya, karena ayahnya selalu menyapu bersih halaman belakang sampai ke bawah rumpun bambu itu. Bahkan tempat itu dulu sampai di buatkan pondok oleh ayah, agar anak-anak nyaman bermain. Namun, sekarang pondok itu tak ada lagi. Karena tak ada lagi anak-anak yang mau bermain disana. Anak-anak lebih suka bermain game di gadget mereka masing-masing.

Retno mengedarkan pandangannya ke halaman belakang. Ah, kotor sekali. Pasti ayah sudah malas membersihkan halaman belakang, batin Retno. Terlihat rumpun bambu tampak kotor dan rimbun, karena tak pernah dibersihkan disekelilingnya. Halaman memang bersih karena rutin disapu, namun tepat dibawah rumpun bambu terlihat kotor. Pandangan Retno sampai ke rumpun bambu, menembus kedalam celah-celah bambu. Tampak agak gelap terkesan remang-remang karena terlalu rimbun. Hiiiii...tiba-tiba Retno bergidik. Seperti ada yang menatapnya dari celah-celah bambu itu. 

Retno segera menutup pintu, dan mandi serta bersiap-siap sholat asyar. Perutnya juga sudah lapar, ingat mendoan hangat buatan ibunya. Sudah kebiasaan dikostnya, Retno selalu langsung mencuci pakaian dalam yang ia pakai saat mandi. Jadi iapun tetap lakukan itu di rumah. Kebetulan di kamar mandi mereka yang luas, ayahnya memasang tali melintang dari ventilasi angin luar dengan ventilasi pintu kamar mandi yang menuju dapur. Sebelum keluar kamar mandi, CD dan BH nya ia jemurkan ditali kamar mandi itu. Karena, dari kecil Retno selalu di ajari oleh ibunya, untuk tidak menjemur pakaian dalam diluar pada malam hari. Pamali sih katanya. 

*******

Retno tersentak dari tidurnya, ketika mendengar adzan dari mushola didekat rumah. Segera ia kekamar mandi, sikat gigi dan langsung mengambil air wudhu. Sekilas dia melihat jemuran celana dalamnya di dalam kamar mandi sudah tak tampak dan hanya tertinggal BH saja. Ah, dipindahin ibu ke jemuran dekat gudang mungkin. Tp kok cm CD saja, kenapa tidak dengan BHnya ya, batin Retno. Diluar kamar mandi dilihat ibunya sudah memakai mukena. Ayah dan adik-adiknya tak tampak lagi, mungkin udah ke mushola untuk subuh berjamaah. 
Retno tak ambil peduli, langsung ke kamar dan menunaikan subuh. Setelah itu, ia berkutat didapur membantu ibunya memasak. Retno sudah terbiasa seperti ini sejak kecil, membantu ibu didapur dan adik-adiknya juga berbagi tugas ada yang menyapu halaman, ada yang membuka jendela-jendela rumah dan gorden pintu. Ayahnya rutin menyapu lantai, sehingga tepat waktu mereka berangkat rumah sudah beres. Soal pakaian, mereka biasa memutar mesin cuci sore lalu menjemurnya di ruangan kosong didekat gudang yang terang karena oleh ayah Retno sengaja diberi seng bening agar terkena cahaya matahari, namun aman dari hujan. Hal ini untuk  mengantisipasi jika hujan, karena sejak dahulu rumah selalu kosong setiap hari hingga bakda dhuhur. 

Retno ingat CD yang dicucinya kemarin sore. Maka ia bertanya kepada ibunya.
"Bu, ibu pindahin CD Retno yang dijemur  dikamar mandi ya."

"Enggak nduk, ibu malah ga ngeh kalau kamu  jemur baju dalam di dalam kamar mandi" jawab ibunya. 

Retno heran, bertanya dalam hati. Kemana yaaa...

Ah, sudahlah. Nanti dicari lagi. 
Setelah seisi rumah pergi dengan aktifitasnya masing-masing, Retno santai diruang tengah sambil bermain gadgetnya. Pintu ruang tengah yang merangkap dengan ruang makan itu terhubung langsung dengan  dapur. Saat asyik dengan gadgetnya, Retno yang selonjoran di sofa melihat kelebat sekilas didapur, karena dia berbaring menghadap pintu dapur. 
Kaget, dia pun beranjak kedpur untuk melihat. 
Tp tak ada apa-apa. Ah...kucing mungkin

*********
Sorenya aktifitas Retno sibuk, membantu ibunya menyiapkan makan malam didapur. Menyapu halaman. Setelah semua beres, dia mandi. Dan menjemur pakaian dalamnya di dalam kamar mandi. 

Dan kejadian esok paginya sama, celana dalamnya raib entah kemana. Ibunya tak tahu, apalagi adik-adik dan ayahnya.

Hingga masuk hari ke 5 kejadian selalu seperti itu. Seisi rumah juga heran, siapa sebenarnya yang usil mengambil celana dalam Retno. 

TBC

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Liburan Semester"

Post a Comment